Indonesian Version
English Version
   
  • PROFIL
  • Tentang IDRAP
  • Layanan Kami
  • Wilayah Kerja
  • Mitra Kami
  • Testimoni
  • Kontak Kami
  • PROGRAM
  • Peningkatan Kapasitas
  • Peningkatan Pendapatan
  • Perbaikan Kesehatan
  • Pelestarian Lingkungan
  • DUKUNGAN
  • Donor
  • Donasi
  • Volunter
  • PAPAN INFO
  • Berita
  • Artikel
  • Pelatihan
  • Agenda
  • Galeri
  • Download
  • Publikasi
  • Lowongan
  • Link
  •  
     
         
     


    Berita Terkini:

    Enam Jenis Flora Obat Kanker di Pegunungan Mekongga - Keragaman hayati di kawasan pegunungan Mekongga di wilayah kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, Provin...

    Cuaca Ektrem dan Perubahan Iklim Berkaitan - Perubahan iklim secara ternyata terkait dengan cuaca ekstrim yang menimbulkan kerusakan di seluruh p...

    Tak Ada Lagi Komunikasi Manusia-Alam - Hubungan komunikasi atau silaturahim antara alam dengan manusia kini telah putus sehingga kearifan l...

    Bupati 6 Negara CTI Bertemu di Wakatobi - Sejumlah bupati dan walikota dari enam negara yang menjadia anggota Coral Triangle Inisiative (CTI),...

    Parade Nusantara Tolak Perangkat Desa Jadi PNS - Ketua Umum Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara), Sudir Santoso, menolak wacana perangk...
     
     
    IDRAP on FB

     

     

    Indeks Artikel

    Dorong kerjasama perubahan iklim, Al Gore temui pemerintah dan pelaku bisnis di Jakarta
    Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian 2007, Al Gore, menemui pemerintah, para pelaku bisnis, serta pemimpin LSM pada hari Minggu, 9 Januari 2011 guna mendiskusikan sinergi multipihak dalam rangka merancang solusi terbaik untuk perubahan iklim.

    Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Cegah Perubahan Iklim
    Dalam beberapa tahun terakhir, dampak perubahan iklim semakin terlihat. Berada di kawasan tropis, Indonesia dipandang sebagai salah satu dari banyak negara yang sangat terpengaruh oleh perubahan iklim. Menurut kajian dari organisasi konservasi global, akibat perubahan iklim, curah hujan di Indonesia sudah turun 2-3 persen. Melihat hal ini, selayaknya menjadi kewajiban setiap orang untuk menghentikan perubahan iklim dengan mulai melakukan hal yang termudah.

    Pemanasan Global - Aksi, Tindakan dan Partisipasi
    Pemanasan global adalah suatu isu serius yang membutuhkan aksi sesegera mungkin untuk bisa diselesaikan. Kita tidak dapat membiarkan diri untuk menunda-nunda ketika berkaitan dengan pemanasan global karena semakin lama kita menunda akan semakin besar juga efeknya untuk planet kita ini.

    Bahasa Pohon Selamatkan Bumi
    Pohon adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. Relief-relief di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan candi-candi lain melukiskan pohon dalam kehidupan kita. Sakral dan romantis. Cinta dan kedamaian terukir dengan menanam pohon dan segala aktivitas kehidupan di bawah pohon. Kebencian dan anarki dilukiskan dengan menebang pohon.

    Selamatkan Hutan dengan Menghemat Kertas
    Bisa dibilang saat ini kertas sudah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat urban. Apalagi kita terbiasa menggunakan kertas dengan cara yang boros. Tapi tanpa kita sadari bahwa pada saat yang bersamaan hutan alam kita habis ditebang diantaranya untuk memenuhi kebutuhan kertas.

    Apa Mencairnya Metana Beku dapat Menyebabkan Kiamat ?
    Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar yang disebut dengan methane hydrates atau methane clathrates. Methane hydrates banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 0 derajat Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana temperatur air ada di kisaran 20 Celcius.

    Solusi Tercepat untuk Mengerem Pemanasan Global
    Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging!

    Kebijakan Privatisasi Penyebab Krisis Air
    Problem kelalaian dalam mengelola Sumber Daya Air (SDA) akan berakibat bencana. Wacana privatisasi SDA pun semakin nyata dirasakan masyarakat. Potret konflik SDA di berbagai daerah kian meluas. Cepat atau lambat, krisis kelangkaan air akan terjadi di Indonesia.