Membangun Kemandirian Desa                
Indonesian Version
English Version
                 
 
 
 
  • PROFIL
  • Tentang IDRAP
  • Wilayah Kerja
  • Mitra Desa
  • Testimoni
  • Kontak Kami
  • PROGRAM
  • Advokasi Kebijakan
  • Peningkatan Kapasitas
  • Konsultasi & Asistensi
  • Dukungan Inisiatif Lokal
  • DUKUNGAN
  • Donor
  • Jaringan
  • Volunter
  • PAPAN INFO
  • Liputan Kemitraan
  • Berita Desa
  • Agenda Pelatihan
  • Galeri Kegiatan
  • Bacaan Desa
  • PERATURAN
  • Nasional
  • Daerah
  • Desa
  •  
     
       
     
     
     
     
    Liputan Kemitraan

    Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan, BUM Desa Gembala Desa Langkowala Catatkan Laba Bersih 67,9 Juta Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang melakukan pengelolaan keuangan yang baik bisa menjadi tumpuan...


    Maksimalkan Pembinaan BUM Desa, Staf DPMD Bombana Ikuti Pembekalan IDRAP DPMD Bombana mulai memperkuat peran BUM Desa di wilayah Kabupaten Bombana dalam menopang ekonomi des...


    Perkuat Kemitraan, DPMD Bombana Sambangi Kantor IDRAP Tim DPMD Kabupaten Bombana menyambangi kantor IDRAP di jalan Martandu, tepatnya di gedung MEGROS Sup...


    Pemkab Bombana Gandeng IDRAP Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) membuka ruang kemitra...


    Lano Ipi Laksanakan Asistensi, Pengurus BUM Desa Selesaikan Laporan Pertanggung Jawaban Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) adalah salah satu lembaga ekonimi di desa yang bertujuan untuk men...

     
     
    IDRAP on FB
    Perkuat Kemitraan, DPMD Bombana Sambangi Kantor IDRAP
     
    Tim DPMD Kabupaten Bombana menyambangi kantor IDRAP di Jalan Martandu Kendari, tepatnya di gedung MEGROS Supermarket lantai 3, pada Jumat siang (26/02). Tim DPMD dipimpin langsung Kepala Dinas PMD Kabupaten Bombana Drs. Hasdin Ratta, M.Si. Turut serta dalam kunjugan ini Kabid Pemberdayaan Desa Ashadi Asyikin, S.KM, M.Kes, serta Kasubbid UEP dan TTG Alwin, S.Si. Pertemuan ini berlangsung sekitar 2 jam.

    Membuka pembicaraan yang penuh suasana keakraban ini, Kadis DPMD Kabupaten Bombana mengapresiasi kapasitas yang dimiliki IDRAP dalam hal tata kelola pemerintahan desa serta meminta IDRAP agar terus membantu Pemkab Bombana.

    "Sudah beberapa kali saya menyebut IDRAP kepada Bupati, yang telah membantu desa di Bombana, tanpa meminta pembiayaan dari desa dan Pemkab. Dan jika Pak Bupati ada di tempat saat kunjungan IDRAP di Bombana, Pak Bupati siap untuk berdiskusi dengan IDRAP agar IDRAP mengawal penguatan desa kami di Bombana," ujar Hasdin Ratta.

    "Untuk penguatan BUM Desa, tolong kami di Bombana dikawal oleh IDRAP. Harapan saya IDRAP dapat membantu mencerdaskan desa kami di Bombana," lanjut Hasdi Ratta.

    Menanggapi permintaan ini, Direktur Yayasan IDRAP Bahaludin langsung mengamini.

    "Tentu Pak Kadis, IDRAP dengan senang hati menyambut keterbukaan teman-teman DPMD Bombana. IDRAP akan menjaga kepercayaan ini. Ketika ada permintaan dari desa lain untuk penguatan desa di saat bersamaan, IDRAP akan memprioritaskan permintaan dari DPMD Bombana karena ini sifatnya kemitraan dengan Pemkab," ungkap Bahaludin.

    "Sekiranya memungkinkan, kita menargetkan minimal setengah dari seluruh BUM Desa di Bombana sudah bisa menyusun laporan keuangan pada tahun ini melalui lokalatih, agar persoalan keuangan BUM Desa segera terselesaikan dan tidak menumpuk," lanjut Bahaludin.

    Menimpali hal ini Kadis DPMD Bombana meminta target yang lebih tinggi lagi.

    "Kalau IDRAP saja sudah memasang target lima puluh persen BUM Desa, kami DPMD harus seratus persen," timpal Hasdin Ratta.

    "Pemkab Bombana juga sudah ada kesepakatan dengan para pihak termasuk DPRD bahwa Pilkades serentak akan dimajukan tahun 2021 ini karena Pilkada diundur 2024. Kami meminta IDRAP untuk membantu kami supaya begitu selesai pelantikan Kades terpilih langsung diadakan pelatihan penyusunan RPJM Desa agar mereka bisa memiliki RPJM Desa dalam tiga bulan setelah pelantikan," lanjut Hasdin Ratta.

    Menanggapi hal ini Direktur IDRAP meminta agar nanti para Kades mempersiapkan basis data potensi desa seperti data monografi desa guna mempermudah penyusunan RPJM Desa.

    "Terkait hal tersebut para Kades terpilih sudah harus memiliki data update terkait potensi desa. Kalau sudah memiliki data ini, menyusun RPJM Desa itu menjadi sangat mudah. Metode ini sudah terbukti diterapkan di Desa Anggoroboti Konawe Selatan. Hanya dalam tempo kurang dari dua bulan setelah pelatihan, RPJM Desa sudah bisa difinalkan oleh Tim Penyusun," ujar Bahaludin.

    Kontributor: Haifuddin & Naharuddin
     

    Sumber: IDRAP