Indonesian Version
English Version
   
  • PROFIL
  • Tentang IDRAP
  • Layanan Kami
  • Wilayah Kerja
  • Mitra Kami
  • Testimoni
  • Kontak Kami
  • PROGRAM
  • Peningkatan Kapasitas
  • Peningkatan Pendapatan
  • Perbaikan Kesehatan
  • Pelestarian Lingkungan
  • DUKUNGAN
  • Donor
  • Donasi
  • Volunter
  • PAPAN INFO
  • Berita
  • Artikel
  • Pelatihan
  • Agenda
  • Galeri
  • Download
  • Publikasi
  • Lowongan
  • Link
  •  
     
         
     


    Berita Terkini:

    Enam Jenis Flora Obat Kanker di Pegunungan Mekongga - Keragaman hayati di kawasan pegunungan Mekongga di wilayah kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, Provin...

    Cuaca Ektrem dan Perubahan Iklim Berkaitan - Perubahan iklim secara ternyata terkait dengan cuaca ekstrim yang menimbulkan kerusakan di seluruh p...

    Tak Ada Lagi Komunikasi Manusia-Alam - Hubungan komunikasi atau silaturahim antara alam dengan manusia kini telah putus sehingga kearifan l...

    Bupati 6 Negara CTI Bertemu di Wakatobi - Sejumlah bupati dan walikota dari enam negara yang menjadia anggota Coral Triangle Inisiative (CTI),...

    Parade Nusantara Tolak Perangkat Desa Jadi PNS - Ketua Umum Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara), Sudir Santoso, menolak wacana perangk...
     
     
    IDRAP on FB

     

     

    Downloads

    Penjernihan Air dengan Cara Penyaringan I
    Penjernihan air minum secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan cara penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan tempurung kelapa. Bahan dan peralatan lainnya yang digunakan adalah: 2 (dua) drum ijuk; pipa PVC dengan diameter ¾ inci; kran air; pasir; kerikil; potongan bata – cat; gergaji; parang; besi; bor; kuas; ember; cangkul. [Download]

    Penjernihan Air dengan Cara Penyaringan II
    Cara penjernihan air ini sama dengan cara penyaringan I. Perbedaanya terletak pada penyusunan drum atau bak pengendapan dan bak penyaringan, serta susunan lapisan bahan penyaring. Bahan dan peralatan lainnya yang dibutuhkan adalah: 10 (sepuluh) kg arang; 10 (sepuluh) kg ijuk; pasir beton halus; batu kerikil; 2 (dua) buah kran 1 inci; batu dengan garis tengah 2-3 cm; 1 (satu) buah bak penampungan; dan 1 (satu) buah drum bekas. [Download]

    Penjerniahan Air dengan Cara Penyaringan dan Bahan Kimia I
    Penjernihan air ini memakai teknologi penjernihan dengan cara kimia dan proses penyaringan. Bahan mimia yang digunakan adalah kaporit, bubuk kapur dan tawas. Bahan-bahan ini mudah didapat di daerah pedesaan atau kota-kota kecil di seluruh Indonesia. Bahan penyaring yang dibutuhkan adalah kerikil, pasir, ijuk dan arang aktif. Bahan dan peralatan lainnya yang dibutuhkan adalah: 2 (dua) kg arang aktif; 3 (tiga) kg ijuk; pasir halus; batu kerikil; bubuk kapur 10 gram; tawas 10 gram; kaporit 2,5 gram; 2 (dua) buah drum bekas; dan 2 (dua) buah kran ukuran ½ cm. [Download]

    Penjerniahan Air dengan Cara Penyaringan dan Bahan Kimia II
    Cara penjernihan air ini hampir sama dengan cara terdahulu. Perbedaan hanya terletak pada susunan penyaring pada bak penampung. (lihat Gambar). Cara penyaringan ini dapat mengurangi kuantitas kuman bakteri dalam air keruh. Bahan dan peralatan lainnya yang digunakan adalah: Kaporit; Batu kapur; Tawas; Bak penyaring; Pecahan genteng; Pasir; Kerikil; Ijuk; dan Arang. [Download]

    Penjernihan Air dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera)
    Penjernihan air dengan biji kelor (Moringa Oleifera) dapat dikatakan penjernihan air dengan bahan kimia, karena tumbukan halus biji kelor dapat menyebabkan terjadinya gumpalan (koagulan) pada kotoran yang terkandung dalam air. Cara penjernihan ini sangat mudah dan dapat digunakan di daerah pedesaan yang banyak tumbuh pohon kelor. Biji kelor yang digunakan adalah yang sudah tua betul dan kering. [Download]

    Pengolahan Air Gambut untuk Daerah Rawa Pasang Surut
    Pengolahan air gambut menjadi air sehat bisa digunakan di daerah rawa seperti di Kalimantan dan Sumatera yang mengandung gambut. Untuk itu diperlukan suatu cara pengolahan air gambut yang sederhana dan terjangkau oleh masyarakat di daerah tersebut. Caranya dengan menggunakan pasir sebagai saringan. Bahan yang digunakan adalah: [1] Air gambut (yang berwarna coklat, kandungan zat organik tinggi; pa rendah; kesadahan rendah), [2] Zat pengumpul (tanah liat yang berwarna hitam dan berbau busuk), dan [3] Pasir (diambil 03-1,2 mm). [Download]
     
     
    ‹‹123