Indonesian Version
English Version
   
  • PROFIL
  • Tentang IDRAP
  • Layanan Kami
  • Wilayah Kerja
  • Mitra Kami
  • Testimoni
  • Kontak Kami
  • PROGRAM
  • Peningkatan Kapasitas
  • Peningkatan Pendapatan
  • Perbaikan Kesehatan
  • Pelestarian Lingkungan
  • DUKUNGAN
  • Donor
  • Donasi
  • Volunter
  • PAPAN INFO
  • Berita
  • Artikel
  • Pelatihan
  • Agenda
  • Galeri
  • Download
  • Publikasi
  • Lowongan
  • Link
  •  
     
         
     


    Inventaris Isu:

    - ...

     
     
    IDRAP on FB

     

     

    Peningkatan Pendapatan


    Masyarakat asli dan pedesaan di Sulawesi Tenggara pada kenyataannya berada dalam kelimpahan sumber daya alam, namun ironisnya masih hidup di bawah garis kemiskinan Kondisi ini sulit diatasi karena ketidakberdayaan secara struktural. Masyarakat asli dan pedesaan terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan. Kurangnya kapasitas, terbatasnya akses terhadap sumber daya alam minimnya akses ke lembaga keuangan merupakan beberapa kondisi nyata di lapangan. Telah banyak program atau proyek dilaksanakan di desa tetapi selalu tidak mencapai sasaran yang direncanakan, masyarakat miskin selalu tidak mendapatkan akses.

    Melihat kondisi seperti ini, IDRAP mencoba melakukan terobosan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang partisipatif dengan memotong jalur birokrasi yang menurut masyarakat miskin terlalu panjang dan cenderung menghambat kesempatan mereka untuk mendapatkan akses dan berkembang. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang dilaksanakan:
     

    Bantuan Kredit Mikro Untuk Para Ibu Pedesaan
    Masyarakat miskin di pedesaan pada umumnya memiliki masalah pokok yang sama yaitu tiadanya akses sumberdaya ekonomi dari lembaga keuangan dalam memulai atau menjalankan usaha produktif. Birokrasi panjang dan jaminan formal yang diterapkan oleh lembaga keuangan formal seperti bank telah menghilangkan kesempatan untuk menjadi mandiri.Dalam situasi demikian ini, para rentenir mengambil keuntungan dengan menawarkan kredit lebih mudah diakses tetapi dengan bunga yang sangat tinggi, mencapai 15% hingga 35% per bulan dengan skema pengembalian harian. Masyarakat pedesaan tidak punya pilihan dan tetap harus berurusan dengan para tengkulak. Dalam rangka membantu masyarakat miskin pedesaan untuk keluar dari perangkap utang, IDRAP mengimplementasikan suatu kegiatan bantuan mikro-kredit bagi ibu-ibu pedesaan. Dengan menyediakan akses kredit murah dengan skema pembayaran lebih longgar (bulanan), para ibu pedesaan cukup membentuk kelompok beranggotakan 5 orang sebagai kelompok simpan pinjam. Prinsip dari kegiatan ini tidak semata-mata untuk membantu masyarakat pedesaan terlepas dari ketergantungan pada rentenir tetapi untuk menciptakan kebebasan dan kemandirian mereka. Kegiatan ini telah diimplementasikan di lebih 40 desa di Sulawesi Tenggara dengan lebih dari 3.000 penerima manfaat langsung. Melalui proyek ini, banyak perempuan pedesaan yang telah mampu berkesempatan memulai dan mengembangkan usaha, bahkan tidak sedikit dari mereka yang telah mampu membentuk modal sendiri dan melepaskan diri dari ketergantungan kredit. Permintaan akan program ini terus bermunculan dari desa-desa lainnya, akan tetapi keterbatasan dana yang tersedia telah mengurangi kemampuan IDRAP untuk melakukan ekspansi kegiatan. Sejauh ini kegiatan mikro-kredit ini telah mendapatkan dukungan finansial dari beberapa organisasi internasional, seperti Komitee Arzte fur die Dritte Welt, Canada Fund (Kedubes Kanada), Bank Dunia (Indigenous People Secretariat), SHS (Schmitz-Hille-Stiftung), dan UNPFII (United Nations Forum on Indigenous Issues).