Indonesian Version
English Version
   
  • PROFIL
  • Tentang IDRAP
  • Layanan Kami
  • Wilayah Kerja
  • Mitra Kami
  • Testimoni
  • Kontak Kami
  • PROGRAM
  • Peningkatan Kapasitas
  • Peningkatan Pendapatan
  • Perbaikan Kesehatan
  • Pelestarian Lingkungan
  • DUKUNGAN
  • Donor
  • Donasi
  • Volunter
  • PAPAN INFO
  • Berita
  • Artikel
  • Pelatihan
  • Agenda
  • Galeri
  • Download
  • Publikasi
  • Lowongan
  • Link
  •  
     
         
     


    Artikel Terkini:

    Ciri-Ciri HIV-AIDS, Lebih Awal Terdeteksi Akan Lebih Baik - Cara terbaik untuk mengetahui apakah sesorang mengidap HIV / AIDS atau tidak adalah dengan melakukan...

    Jus Jeruk bisa Langsingkan Tubuh - Tak cuma segaruntuk dikonsumsi saat cuaca panas, jus jeruk juga berkhasiat untuk menurunkan berat ba...

    Karbon Aktif Kulit Singkong sebagai Filter Air - Dengan pori-pori banyak dan besar, karbon aktif kulit singkong sangat potensial mengenyahkan bau dan...

    Tips Menjernihkan Air Keruh - Di musim penghujan seperti ini, persoalan air bersih sering kali menjadi masalah. Mulanya air memang...

    Manfaat Menakjubkan dari Arang Kayu - Meskipun masyarakat dunia telah menggunakan arang kayu sejak ribuan tahun, kegunaannya lebih banyak ...
     
     
    IDRAP on FB

     

     

    Indeks Berita

    Enam Jenis Flora Obat Kanker di Pegunungan Mekongga
    Keragaman hayati di kawasan pegunungan Mekongga di wilayah kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) perlu dijaga kelestariannya karena beberapa jenis flora di dalam kawasan tersebut ditengarai mengandung zat penyembuh penyakit kanker. "Hasil penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa di dalam kawasan pegunungan Mekongga terdapat enam jenis flora yang mengandung zat penyembuh penyakit kanker, sehingga kawasan itu perlu dilindungi agar kelestarian hayati di dalamnya tetap terjaga," kata anggota DPRD Sultra Nursalam di Kendari, Sabtu.
    Cuaca Ektrem dan Perubahan Iklim Berkaitan
    Perubahan iklim secara ternyata terkait dengan cuaca ekstrim yang menimbulkan kerusakan di seluruh penjuru duniadalam sepuluh tahun terakhir, ungkap para ilmuwan. Para ahli meyakini hubungan yang serius antara keduanya setelah lebih dari 20 tahun berkutat pada akibat efek gas rumah kaca atas terjadinya badai besar, banjir dan kekeringan yang menjadi sorotan global.
    Tak Ada Lagi Komunikasi Manusia-Alam
    Hubungan komunikasi atau silaturahim antara alam dengan manusia kini telah putus sehingga kearifan lokal banyak yang dilanggar dan tidak dijalankan. Ini yang menyebabkan bencana lingkungan bertubi-tubi terjadi khususnya di Jawa Barat yang potensi ancaman bencananya lebih besar di banding daerah lainnya. Hal itu mengemuka dalam peringatan lingkungan hidup yang mengusung tema pengarusutamaan budaya di Monumen Perjuangan Jawa Barat, Bandung Minggu (5/6/2011).
    Bupati 6 Negara CTI Bertemu di Wakatobi
    Sejumlah bupati dan walikota dari enam negara yang menjadia anggota Coral Triangle Inisiative (CTI), Senin malam bertemu di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pada pertemuan yang dikemas dalam "CTI Mayors Roundtable" atau pertemuan meja bundar yang akan berlangsung hingga Kamis (19/5), akan membahas masalah ketahanan pangan, perubahan iklim global dan kelangkaan energi serta isu-isu lain yang berhubungan dengan masalah kelestarian lingkungan hidup.
    Parade Nusantara Tolak Perangkat Desa Jadi PNS
    Ketua Umum Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara), Sudir Santoso, menolak wacana perangkat desa menjadi pegawai negeri sipil. Pasalnya, saat kepala desa dan perangkat desa menjadi PNS justru akan merugikan kedudukan mereka. Sudir mengatakan bila fenomena itu bergulir akan ada tiga musibah yang dialami para kepala desa. 70 persen perangkat desa akan menjadi korban karena usia dan tingkat pendidikannya tidak memenuhi syarat menjadi PNS. Selain itu, desa akan berubah menjadi kelurahan sehingga bisa dipimpin PNS dari luar daerah. Akibatnya, pelayanan 24 jam di desa akan hilang.
    Pakar : PLTN Lebih Ramah Lingkungan
    Guru Besar Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Prof. Dr. Eri Barlian, MS mengatakan, penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) lebih ramah lingkungan dibanding dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. "Jika melihat potensi dampak pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari pembangkit listrik, maka PLTN jauh lebih ramah lingkungan dibanding pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil," katanya di Padang, Kamis.
    Enam Rekomendasi untuk Dorong Keadilan Iklim
    Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim (CSF) merekomendasikan enam poin untuk mendorong keadilan iklim yang dihasilkan dalam ASEAN People Forum 2011 yang diharapkan menjadi prinsip atau pijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup. "Diharapkan rekomendasi ini menjadi pijakan bagi pengelolaan lingkungan menghadapi dampak perubahan iklim," kata Manajer komunikasi dan media CSF, Ina Nisrina yang dihubungi dari Jakarta, Selasa.
    Perusakan Karang Masih Ancam Wakatobi
    Aktivitas penambangan karang di Wakatobi masih menjadi ancaman bagi kelangsungan ekosistem laut. Meski jumlah penambang sudah turun, beberapa masih beroperasi, di antaranya yang berasal dari Wangi-wangi. Koordinator Program WWF Wakatobi Sugiyanta mengatakan, beberapa tahun lalu teridentifikasi 72 penambang karang, 30 di antaranya murni sebagai penambang dan sisanya sebagai sampingan. "Setelah pembinaan jumlahnya sudah menurun tapi masih ada," kata Sugiyanta. Menurut Sugiyanta, faktor yang mendorong aktivitas penambangan adalah tak adanya pilihan mata pencaharian, lebih mudah mendapat uang dan adanya permintaan dari pasar.
     
     
    ‹‹1234