Indonesian Version
English Version
   
  • PROFIL
  • Tentang IDRAP
  • Layanan Kami
  • Wilayah Kerja
  • Mitra Kami
  • Testimoni
  • Kontak Kami
  • PROGRAM
  • Peningkatan Kapasitas
  • Peningkatan Pendapatan
  • Perbaikan Kesehatan
  • Pelestarian Lingkungan
  • DUKUNGAN
  • Donor
  • Donasi
  • Volunter
  • PAPAN INFO
  • Berita
  • Artikel
  • Pelatihan
  • Agenda
  • Galeri
  • Download
  • Publikasi
  • Lowongan
  • Link
  •  
     
         
     


    Laporan Terkini:

    Buton Utara Dalam Pandangan Evaluator - Lukas Bayu Setyatmoko dari Perspektif Institute melakukan evaluasi independen (strategic review) terhadap proyek IDRAP berjudul "Kampanye Penyadaran T...

    BENGO Kunjungi Proyek IDRAP - Tahun 2009 IDRAP mendapat kehormatan untuk dikunjungi oleh BENGO (Beratungsstelle fur private Trager in der Entwicklungszusammenarbeit), suatu badan y...
     
     
    IDRAP on FB

     

     

    Layanan Kami


    Program dan layanan IDRAP terbangun atas empat area pokok, yaitu:
    Program-program tersebut diatas dirancang untuk mendorong perwujudan hak-hak masyarakat pedesaan dan masyarakat asli di Sulawesi Tenggara untuk berpartisipas dan menikmati hasil-hasil pembangunan. Program didasarkan pada praktek-praktek yang bijak dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat baik di komunitas maupun lingkungan sosial.

    Beberapa kegiatan, karena kekhususannya, mungkin berasal,dikembangkan dan dilaksanakan atas dua atau lebih lingkup program. Beberapa proyek yang dikembangkan oleh IDRAP adalah:
     

    RINGKASAN LAYANAN IDRAP


    Reforestasi Berbasis Keluarga
    Reforestasi berbasis keluarga dilakukan dengan menanam pohon-pohonan pada lahan-lahan tidur milik masyarakat setempat. Ini merupakan strategi jangka panjang untuk membangun hutan buatan di luar kawasan lindung yang dapat menyediakan sumber kebutuhan kayu dimasa mendatang, dilain sisi juga akan menjadi sumberdaya ekonomi bagi keluarga bersangkutan. Karena berada di luar kawasan dan dimiliki masyarakat setempat, hutan buatan ini dapat berfungsi sebagai 'buffer zone' bagi perlindungan kawasan lindung dari serbuan ilegal logging. Implementasi proyek reforestasi berbasis keluarga telah berlangsung sejak 2004, menjangkau 7 desa di Kabupaten Buton Utara dengan luasan area kurang lebih 400 lahan/kebun masyarakat setempat. Kegiatan penyadaran dan komunikasi intensif dengan masyarakat dampingan dilakukan untuk meningkatkan antusiasme keterlibatan dalam proyek ini sekaligus memperluas cakupan area dari capaian sekarang. Saat ini IDRAP telah menerima banyak usulan dari masyarakat dari berbagai desa di Sulawesi Tenggara, tetapi belum dapat memenuhi semuanya karena keterbatasan sumberdaya. Sejauh ini, IDRAP baru bekerjasama dengan dua organisasi yang mendukung ide proyek yaitu Komitee Arzte fur die Dritte Welt (German Doctors) and GEA (Global Environmental Action).


    Sarana Air Bersih Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
    Proyek penyediaan sarana air bersih bagu masyarakat berpenghasilan rendah telah diimplementasikan sejak 2005 bekerjasama dengan Komitee Arzte fur die Dritte Welt (German Doctors). Proyek ini tidak semata ditujukan bagi penyediaan air bersih bagi masyarakat melainkan juga untuk mendidik masyarakat setempat mengembangkan manajemen pengelolaan sarana secara profesional guna menjamin kemandirian dan keberlanjutan sarana. dengan menggunakan meteran air, partisipasi kontribusi pelanggan terhadap sarana lebih mudah diketahui baik oleh pengurus sarana maupun konsumen itu sendiri, sehingga tidak ada keberatan atas pembayaran bulanan yang dibebankan. Seluruh sarana air bersih yang difasiltasi oleh IDRAP dikelola secara langsung oleh masyarakat setempat melalui pengurus yang ditunjuk dari mereka. Hingga kini, 8 desa di Kabupaten Buton Utara telah menikmatis fasilitas air bersih yang dibangun bersama IDRAP. Sedangkan 8 desa lainnya masih dalam tahap konstruksi. Terkait penyediaan sarana air bersih ini, kini IDRAP telah menerima banyak usulan dari masyarakat terutama di Buton Utara dan Pulau Wawonii Kabupaten Konawe. Akan tetapi IDRAP belum mampu menyahuti semua usulan tersebut karena terbatasnya sumberdaya finansial yang ada.


    Jamban Permanen Untuk Keluarga Miskin Pedesaan
    Sama halnya dengan sarana air bersih, proyek jamban permanen untuk keluarga miskin telah diimplementasikan sejak 2005 bekerjasama dengan Komitee Arzte fur die Dritte Welt (German Doctors). Proyek ini telah menjangkau 9 villages in Kabupaten Buton Utara, sedangkan 8 desa lainnya masih dalam tahap awal pembangunan, 4 desa berada di Buton Utara dan 4 desa di Wawonii Kabupaten Konawe. Masih ada banyak usulan dari masyarakat terutama dari desa-desa terpencil di Sulawesi Tenggara, tetapi IDRAP belum dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut karena terbatasnya sumberdaya yang dimiliki, terutama sumberdaya finansial.


    Bantuan Kredit Mikro Untuk Para Ibu Pedesaan
    Masyarakat miskin di pedesaan pada umumnya memiliki masalah pokok yang sama yaitu tiadanya akses sumberdaya ekonomi dari lembaga keuangan dalam memulai atau menjalankan usaha produktif. Birokrasi panjang dan jaminan formal yang diterapkan oleh lembaga keuangan formal seperti bank telah menghilangkan kesempatan untuk menjadi mandiri.Dalam situasi demikian ini, para rentenir mengambil keuntungan dengan menawarkan kredit lebih mudah diakses tetapi dengan bunga yang sangat tinggi, mencapai 15% hingga 35% per bulan dengan skema pengembalian harian. Masyarakat pedesaan tidak punya pilihan dan tetap harus berurusan dengan para tengkulak. Dalam rangka membantu masyarakat miskin pedesaan untuk keluar dari perangkap utang, IDRAP mengimplementasikan suatu kegiatan bantuan mikro-kredit bagi ibu-ibu pedesaan. Dengan menyediakan akses kredit murah dengan skema pembayaran lebih longgar (bulanan), para ibu pedesaan cukup membentuk kelompok beranggotakan 5 orang sebagai kelompok simpan pinjam. Prinsip dari kegiatan ini tidak semata-mata untuk membantu masyarakat pedesaan terlepas dari ketergantungan pada rentenir tetapi untuk menciptakan kebebasan dan kemandirian mereka. Kegiatan ini telah diimplementasikan di lebih 40 desa di Sulawesi Tenggara dengan lebih dari 3.000 penerima manfaat langsung. Melalui proyek ini, banyak perempuan pedesaan yang telah mampu berkesempatan memulai dan mengembangkan usaha, bahkan tidak sedikit dari mereka yang telah mampu membentuk modal sendiri dan melepaskan diri dari ketergantungan kredit. Permintaan akan program ini terus bermunculan dari desa-desa lainnya, akan tetapi keterbatasan dana yang tersedia telah mengurangi kemampuan IDRAP untuk melakukan ekspansi kegiatan. Sejauh ini kegiatan mikro-kredit ini telah mendapatkan dukungan finansial dari beberapa organisasi internasional, seperti Komitee Arzte fur die Dritte Welt, Canada Fund (Kedubes Kanada), Bank Dunia (Indigenous People Secretariat), SHS (Schmitz-Hille-Stiftung), dan UNPFII (United Nations Forum on Indigenous Issues).